Konverter Gratis

Konverter CSV ke JSON

Konversi data atau file CSV ke format JSON secara instan di browser Anda. Mendukung pemisah khusus, deteksi header, dan pemformatan rapi.

Pilih file CSV

atau seret dan lepas di sini

Atau

Tentang alat ini

CSV (nilai yang dipisahkan koma) dan JSON (JavaScript Object Notation) keduanya merupakan format pertukaran data yang ada di mana-mana, namun keduanya mendeskripsikan data secara berbeda. CSV berbentuk datar dan tabular: baris header menentukan nama bidang, dan setiap baris berikutnya menyimpan satu nilai data. JSON bersifat hierarkis: data disusun sebagai objek (pasangan nilai kunci) dan array, mendukung tipe yang bersarang dan lebih kaya. Mengonversi CSV ke JSON biasanya berarti mengubah setiap baris CSV menjadi objek JSON yang kuncinya berasal dari baris header dan nilainya adalah sel baris tersebut.

Konverter ini mem-parsing CSV menggunakan PapaParse, perpustakaan CSV paling andal di ekosistem JavaScript. PapaParse menangani kebiasaan yang membuat CSV tampak sulit: kolom tanda kutip berisi koma, tanda kutip yang lolos di dalam kolom tanda kutip, akhiran baris campuran, penanda BOM opsional, dan bidang berisi baris baru. Outputnya adalah JSON terstruktur, diformat dengan lekukan dua spasi secara default agar mudah dibaca.

Dua format keluaran didukung. Array objek (default) menghasilkan [{header1: value1, header2: value2}, ...], bentuk JSON paling umum untuk data tabular. Array-of-array menghasilkan [[header1, header2], [value1, value2], ...], menjaga urutan kolom tanpa menggunakan nama header sebagai kunci.

Mengapa Mengonversi CSV ke JSON

Sebagian besar API dan aplikasi modern menggunakan JSON. Memuat data dari ekspor CSV — laporan penjualan, daftar kontak, ekstrak database — ke dalam aplikasi JavaScript, REST API, atau database NoSQL biasanya memerlukan JSON terlebih dahulu. Konversi juga merupakan langkah pertama dalam banyak transformasi data, karena JSON lebih mudah dimanipulasi secara terprogram dibandingkan CSV.

Struktur JSON juga membuka fitur yang tidak dapat diwakili oleh CSV. Objek dengan properti bersarang, array dengan panjang bervariasi per rekaman, dan informasi tipe eksplisit (string versus angka versus boolean) semuanya tersedia setelah data berada dalam JSON. Alternatif CSV seperti TSV ada tetapi memiliki batasan kerataan yang sama.

Cara menggunakan

Tempel atau unggah CSV Anda, dapatkan JSON.

  1. Tambahkan CSV Anda: Tempelkan teks CSV ke area masukan atau letakkan file .csv. PapaParse mendeteksi pembatas secara otomatis; koma adalah yang paling umum, tetapi tab, titik koma, dan pipa juga berfungsi.
  2. Pilih format keluaran: Array objek menggunakan header sebagai kunci dan menghasilkan bentuk JSON yang paling umum. Array-of-arrays mempertahankan struktur baris mentah. Pilih berdasarkan apa yang diharapkan konsumen hilir Anda.
  3. Mengkonversi: PapaParse memproses CSV di browser, menangani kolom yang dikutip, tanda kutip yang lolos, dan kasus tepi. Output JSON dihasilkan dengan pelolosan yang tepat untuk string yang berisi karakter khusus.
  4. Unduh atau salin: Simpan sebagai .json atau salin ke clipboard. Outputnya adalah JSON valid yang dapat dikonsumsi oleh parser JSON mana pun.

Kasus Penggunaan Umum

Detail Teknis

PapaParse mengimplementasikan RFC 4180 (spesifikasi CSV) plus ekstensi untuk variasi yang terdapat dalam file CSV dunia nyata. Bidang yang diberi tanda kutip dapat berisi koma, baris baru, dan karakter tanda kutip (dihilangkan dengan menggandakan). Header, jika ada, terdeteksi dari baris pertama. Nilai numerik dan boolean dapat diketik secara otomatis (diubah menjadi angka aktual atau boolean, bukan string) atau disimpan sebagai string.

Output JSON dihasilkan menggunakan JSON.stringify dengan lekukan opsional. String di-escape untuk sintaks JSON (garis miring terbalik, kutipan, karakter kontrol), dan struktur menggunakan format yang diminta (array objek atau array dari array).

Kasus tepi ditangani: BOM pada awal file, akhiran baris campuran (\n vs \r\n), sel kosong (diterjemahkan sebagai string kosong atau nol bergantung pada pengaturan), baris baru di akhir, dan baris dengan jumlah bidang berbeda. Ketangguhan PapaParse menjadikannya pustaka CSV JavaScript standar.

Praktik Terbaik

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mengonversi CSV ke JSON mengubah konten?
Kontennya dijaga seakurat mungkin. Namun, beberapa fitur khusus format mungkin tidak memiliki padanan langsung, sehingga perbedaan format kecil dapat terjadi.
Mengapa mengonversi data ke format JSON?
JSON adalah format data standar untuk API web dan aplikasi JavaScript. Ini dapat dibaca manusia, didukung secara luas oleh bahasa pemrograman, dan memiliki sintaks yang lebih sederhana daripada XML.
Apakah konverter menangani struktur CSV bertingkat atau kompleks?
Ya. Alat ini dengan benar mengurai objek bertumpuk, array, dan semua tipe data CSV standar, sehingga mempertahankan struktur data lengkap dalam output JSON.
Apakah konversi ini aman dan pribadi?
Ya. Semua pemrosesan terjadi secara lokal di browser Anda. Data Anda tidak pernah keluar dari perangkat — tidak ada unggahan server, tidak ada pemrosesan cloud, tidak ada pengumpulan data.
Apakah data saya diunggah ke server?
Tidak. PapaParse berjalan di browser Anda; konversi terjadi sepenuhnya di perangkat Anda.
Bisakah saya mengonversi JSON kembali ke CSV?
Ya — gunakan alat JSON ke CSV, yang membalikkan prosesnya.
Berapa ukuran masukan maksimum?
Hingga 50MB. File yang lebih besar mungkin melambat karena keterbatasan memori browser; untuk konversi skala produksi, pendekatan sisi server atau skrip lebih dapat diandalkan.
Mengapa CSV saya dengan bidang multi-baris yang dikutip terkonversi secara aneh?
PapaParse menangani bidang multi-baris jika dikutip dengan benar. Jika hasilnya salah, periksa apakah kolom yang dikutip menggunakan tanda kutip ganda di sekelilingnya dan apakah tanda kutip internal di-escape dengan menggandakan ("").